KabarTerbaru! MenPAN-RB Keluarkan Surat Edaran bagi Semua Honorer, Berikut 5 Syarat Honorer Diangkat Menjadi ASN Tahun 2022 193.2k views; 3 Tanggal Penting Dari Kemdikbud Wajib Diketahui Guru dan Kepala Sekolah 166.2k views; Nasib Masa Depan Guru dan Tenaga Honorer di Tahun 2023, Hasil Rapat BKN dan KemenPAN-RB 164.2k views
Kalanganremaja banyak yang kurang menyukai membaca surat kabar. b. Majalah. Majalah dulunya cukup eklusif, majalah adalah bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber wawasan dan media hiburan. Kelebihan iklan di majalah : Cetakan gambar dapat dibuat berwarna (lebih colorful) Menjangkau pasar nasional; Dapat dibaca di berbagai tempat dan waktu
KelebihanVirtual Office. Dengan menggunakan virtual office maka perusahaan tidak perlu mempunyai bangunan kantor tersendiri dan pastinya harus mengeluarkan biaya operasional. Dengan adanya virtual office, maka biaya-biaya operasional tidak perlu dipikirkan lagi. karena semuanya sudah termasuk dalam biaya sewa yang dipilih oleh perusahaan.
Fast Money. Kelebihan dan Kekurangan Surat KabarSeperti yang kita ketahui bahwa surat kabar di Indonesia hadir dalam berbagai bentuk yangjenisnya bergantung pada frekuensi terbit, bentuk tabloid atau bukan, kelas ekonomi pembaca,peredarannya, isinya, dan sebagainya. Pada dasarnya media cetak merupakan the printed pageyang artinya tidak mempunyai suara, jadi kesannya kurang akrab dan kurang mampu menggugahemosi. Karena printed page itu di cetak, maka printed page dikehendaki untuk dibaca danpastinya hanya bisa dibaca oleh orang yang berpendidikan atau tidak buta huruf. Denganketerbatasan diatas maka para pemasang iklan di media cetak harus dapat meramu kata ataukalimat dan juga memvisualisasikan produknya dengan baik. Berikut ini beberapa kekurangandari surat Surat Kabara. Short Life SpanWalaupun jangkauan dari surat kabar bersifat massal atau universal, surat kabar dibacadalam tempo yang singkat, biasanya dibaca tidak lebih dari 30 menit dan dibaca hanyasekali saja. Surat kabar hanya berusia 24 ClutterKetika isi yang dipaksakan di halaman surat kabar yang tidak punya manajemen redaksidan tidak punya tata letak yang baik akan mengacaukan mata dan daya serap akan jadi malas membaca surat kabar tersebut dan informasi yang dimuatberlebihan akan melemahkan pengaruh sebuah Limited Coverage of Certain GroupsSeperti yang kita ketahui bahwa hanya beberapa kelompok pasar yang hanya bisadijangkau surat kabar. Contohnya, surat kabar tidak dijangkau pembaca yang berusiadibawah 20 tahun dan juga pembaca yang berbeda bahasanya. Secara umum surat kabaradalah acuan bagi Products That Don’t FitTidak semua produk dapat diiklankan di surat kabar. Terutama produk yang tidakditujukan untuk khalayak banyak, atau produk yang membutuhkan peragaraan untukmendapatkan emosi pembaca yang tinggi. Serta, produk tertentu yang dianggap
Kelebihan dan Kekurangan Surat Kabar Online – Pertanyaan yang sedikit tendensius tersebut tentu sangat beralasan untuk ditanyakan karena eksistensi koran fisik seakan berada di area yang sangat rapuh untuk digenggam. Koran saat ini tidaklah sama dengan koran dua dekade yang lalu dimana pembaca seakan disuguhkan informasi dalam satu arus komunikasi. Saat ini, pembaca seakan menjadi penentu kebijakan sumber informasi mana yang akan mereka baca. Ibarat balita yang dulu hanya dapat disuap kini berubah menjadi balita yang sudah bisa memilih dan memakan makanannya sendiri. Jika kita kilas balik ke belakang, tujuan utama seseorang membaca koran adalah untuk mendapatkan informasi yang tidak mereka dapatkan di lain tempat. Koran adalah jendela dunia bagi mereka. Koran juga seakan menjadi one-stop entertainment dimana rubrik politik dapat bersanding dengan rubrik infotainment sehingga koran tidak hanya monopoli kaum bapak-bapak yang serius tapi juga dapat menjadi media bagi kalangan muda yang dinamis. Itu dulu, kini koran hanyalah menjadi sarana media informasi pembanding dan pelangkap saja bahkan yang lebih menyedihkan koran adalah media terakhir dimana seseorang ingin mendapatkan suatu informasi. Masyarakat digital sekarang lebih menyukai segala sesuatu yang cepat, instant dan juga simpel. Oleh sebab itu tak heran bila informasi yang didapatkan dari internet dan media sosial lebih mendominasi saat ini. Satu hal yang pasti, pola penyerapan informasi masyarakat sudah sangat berubah ke arah yang cukup radikal. Kini mereka terbiasa membaca judul daripada isi. Judul yang menarik, provokatif dan cenderung sektarian adalah yang paling menjual saat ini dan disinilah poin kekalahan telak koran dari media online. Menyadari hal ini, koran pun seakan tak mau kalah. Jika anda memiliki akun media sosial dan berlangganan subscribe atau mengikuti follow akun media sosial koran-koran Indonesia tak sedikit juga dari mereka yang mulai latah mencuitkan tautan yang memancing seseorang untuk membaca. Mereka tahu bahwa untuk mendapatkan ikan yang banyak maka seorang pemancing haruslah mengetahui umpan apa yang harus ditautkan di kail pancingnya. Masyarakat kita ialah masyarakat yang menyukai hal-hal yang fenomenal dan viral oleh sebab itu pancinglah dengan sesuatu yang “lain daripada yang lain”. Anda tentu akan gagal memancing bila umpan yang diberikan tidak tepat. Memancing rasa ingin tahu kaum milenial tentu tak akan berhasil bila anda memancing mereka dengan ulasan essay politik 2000 karakter. Kelemahan terbesar berita online adalah kurangnya kedalaman in-depth isi berita yang ditulis karena fokus dari mereka adalah kecepatan. Anda mungkin bisa mengetahui informasi dari belahan bumi lain dalam hitungan detik tapi ragu anda akan mengerti bagaimana peristiwa itu bisa terjadi pada awalnya. Informasi yang anda dapatkan hanyalah 4W, What, When, Where dan Who tanpa adanya 1W dan 1 H, Why dan How. Ketika anda mendapatkan informasi yang parsial maka perspesi terhadap informasi tersebut tidak akan pernah utuh dan dapat menyebabkan salah informasi. Itu baru dari sisi keutuhan isi informasi belum lagi “bumbu-bumbu” tambahan yang sengaja ditambahkan atau dikurangi oleh media online tertentu untuk membentuk opini dan juga mengarahkan pembaca ke suatu agenda tertentu. Memang, tidak semua media online seperti itu. Beberapa media masa korporasi besar bahkan mempunyai redaksi yang terpisah antara media cetak dengan media online sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya tumpang tindih informasi antar keduanya. Ambil contoh, koran Kompas, selain memiliki edisi cetak mereka juga mempunyai portal berita online yang mana beritanya tidak akan sama dengan edisi cetak begitu juga sebaliknya. Setiap media atau edisi mempunyai fokus dan segmen pembaca yang berbeda. Masyarakat yang haus informasi pun bisa memilih media mana yang tepat untuk dikonsumsi. Membandingkan antara media cetak atau koran dengan media online tentulah akan sangat timpang. Koran bagi masih menjadi media pengantar informasi yang paling kredibel karena berhasil membuat suatu berita perlu untuk dibaca bukan sekedar ingin dibaca seperti yang ditawarkan oleh media online. Pengalaman membaca dengan memegang fisik kertas memiliki sensasi yang berbeda jika harus dibandingkan dengan membaca di depan layar dengan tangan yang terus bergerak. Tidak menutup kemungkinan bahwa banyak orang yang kini sudah beralih ke media online karena kepraktisan dan kecepatan yang ditawarkannya, termasuk orang tua yang sekarang lebih senang membaca di depan tablet daripada di depan kertas koran. Konvergensi digital bergerak sangatlah cepat dan tanpa disadari sudah mengubah cara kita memperoleh dan mengolah informasi. Tidak sedikit media cetak yang harus gugur karena kalah berkompetisi dengan media online atau menutup divisi cetak dan benar-benar beralih ke digital dengan sistem berlangganan online. Koran mampu memberikan sesuatu yang tidak pernah di dapatkan di media online yaitu memori pengalaman membaca. Satu hal yang tidak akan pernah bisa kita alihkan ke dunia digital. Keunggulan – Pada e-paper, visual yang diberikan jauh lebih menarik dan juga elegant. Dimana kita bisa melihat berbagai desain, seperti gambar, video, suara, illustration picture, moving picture, serta iklan dari berbagai advertiser hanya dalam satu halaman. Sehingga, e-paper dapat memberi pengalaman yang luar biasa bagi para pembacanya. – Informasi yang selalu segar. Pada situs surat kabar online besar, bisa kita lihat bahwa dalam sehari puluhan bahkan ratusan informasi-informasi baru diupdate setiap jam bahkan setiap menit. Sehingga, kita akan mengetahui berita-berita terkait kejadian pada hari itu, tidak hanya berita dari kejadian di hari sebelumnya seperti koran cetak pada umumnya. – Melihat ratusan berita dan juga informasi lainnya hanya dengan klak-klik saja. Ini merupakan keunggulan paling luar biasa, yang mana memungkinkan anda mengakses berbagai berita dan informasi, baik yang unggahan terbaru hingga unggahan paling lama. Sehingga, ruang membaca anda akan menjadi lebih luas bahkan tidak terbatas. – Segala berita dan informasi yang disajikan dapat anda simpan dengan mudah menggunakan fasilitas MS Word atau program olah kata lainnya pada komputer ataupun mobile device anda. – Mengurangi pemanasan global dengan adanya penghematan konsumsi kertas dan cat/tinta. – Kecilnya biaya produksi hingga 75% dari biaya produksi keseluruhan. – Praktis dan fleksibel. Karena mudahnya dalam mendapatkan surat kabar online kapanpun dan dimanapun dengan didukungnya perkembangan teknologi internet secara pesat dan merata di seluruh antero Indonesia. Kekurangan – Sasaran pasar yang terbatas. Karena pangsa pasar yang dituju hanya pada kalangan-kalangan tertentu yang memiliki fasilitas internet, baik menggunakan komputer maupun handphone serta kalangan-kalangan yang memiliki kemampuan menggunakan fasilitas tersebut. – Meningkatkan angka kerusakan mata pada para pembacanya, dikarenakan tingkat radiasi cahaya komputer dan perangkat mobile yang cukup tinggi. – Mudahnya tindak plagiat antar produsen surat kabar online, sehingga tak jarang terjadi persaingan yang kurang sehat.
Kelebihan Media Surat Kabar - Visual kuat - Jangkauan luas dan relatif cepat - Ukuran Fleksibel - Waktu pemasangan terkontrol - Relatif murah - Baik untuk copy panjang lebar - Warna memungkinkan - Kontrol murah - Pembuatan materi relatif cepat dan murah Kekurangan Media Surat Kabar - Kurang segmentasi - Penetrasi daerah rural sulit - Waktu baca 1 hari - Geografis tak terkontrol
kelebihan dan kekurangan surat kabar